Jakarta, (FORWATANEWS) - Kalangan pengusaha asal Brasil mengungkapkan pasokan daging sapi dari negara tersebut yang akan diekspor ke Indonesia berasal dari 10 wilayah atau negara bagian.Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Sapi Brasil (Abraforigo) Thomas CS Kim di Jakarta, Selasa mengatakan, jika pasokan ekspor daging sapi hanya mengandalkan negara bagian Santa Catarina tidak akan cukup. "Oleh karena itu pasokan daging sapi tersebut juga didatangkan dari 10 negara bagian lain yang telah bebas PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dengan vaksinasi," katanya di sela kunjungan delegasi Brazil ke Indonesia.Selama 3-5 Mei 2009 delegasi pertanian asal Brasil mengunjungi Indonesia untuk membahas kerjasama pertanian kedua negara termasuk salah satunya rencana Indonesia mengimpor daging sapi asal salah satu negara Amerika Latin tersebut. Selain dari pemerintahan yakni kementerian Pertanian, Ke 10 negara bagian tersebut, tambahnya yakni Sao Paulo, Tocantins, Minas Gerais, Goias, Mato Grosso, Mato Grosso Do Sul, Rio Grande Do Sul, Rondonia, Acre dan Santa Catarina.Dari 10 negara bagian tersebut, hanya Santa Catarina yang dinyatakan bebas PMK tanpa vaksinasi oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (IOE).Menyinggung volume daging sapi yang akan diekspor ke Indonesia, Thomas Kim yang juga Business Development & Export Director Cooperfrigu (perusahaan pemotongan sapi) tidak menyebutkan angka pasti.Menteri Pertanian pada 8 April 2009 telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) no 20 tahun 2009 tentang Pemasukan dan Pengawasan Peredaran Karkas, Daging dan/atau Jeroan dari Luar Negeri yang salah satunya menyinggung persyaratan yang harus dipenuhi negara asal.Sementara itu Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono menyatakan, impor daging sapi dari Brazil diharapkan mampu menurunkan harga daging di dalam negeri sehingga terjangkau oleh masyarakat.Saat ini, tambahnya, ketergantungan Indonesia pada pasokan daging sapi dari Australia dan Selandia Baru menjadikan tata niaga komoditas pangan tersebut tidak sehat sehingga harga di pasar tinggi.Menurut dia, harga daging sapi di Indonesia saat ini mencapai 5-6 dolar AS/kg sedangkan di negara-negara lain hanya 3 dolar AS/kg."Oleh karena itu kita ingin mengimbangi ketergantungan impor dari Australia dan Selandia Baru itu dengan mendatangkan dari Brasil dengan harga yang lebih murah dan kualitas yang lebih bagus," katanya.Namun demikian, menurut mantan Menteri Koperasi dan UKM itu, impor daging dari Brasil diharapkan tidak akan berlangsung lama dan nantinya menjadi kerjasama pengembangan ternak sapi dalam negeri.Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, lanjutnya, pengembangan ternak di tanah air juga untuk mengantisipasi pasar bersama Asia Tenggara 2015. (SBY)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar